Mengenai Saya

Foto saya
Seorang Pendosa yang selalu mengaharapkan cinta dan ampunanNya.....

Rabu, 10 November 2010

Pita kuning di ujung maaf......

Air matanya tak lekas mengering.... Tiap hari air mata itu seolah menjadi senandung syahdu pengiring hari. Janji cinta sang suami yang hingga hari ini belum juga terwujud , menjadi sebuah sayatan yang mengiris kedalaman hatinya.....

Suaminya kini seolah telah mati rasa. Manjanya sang istri diterjemahkan sebagai ketidaktegaran.. Rasa sayang sang istri diterjemahkan sebagai permintaan atas sesuatu alias ada maunya...

Ternyata penderitaan sang istri tak berhenti sampai disitu.... Sang suami pun sudah mulai bermain fisik.... Berawal dari cubit - cubitan hinga menampar dan memukul...... Jerit rintihan kesakitan sang istri seolah adalah genderang perang yang membuat sang suami makin beringas....

Hari demi haripun berlalu.... Sang suami mendapatkan hidayah hingga akhirnya menyadari kesalahannya dan berusaha memperbaiki semuanya.... Namun kekesalan yang ada di dalam hati sang istri sudah memuncak..... Ia rasanya sangat susah untuk memaafkan sang suami....

Pada suatu hari sang istri sudah membulatkan tekad untuk kembali ke rumah orang tuanya dan menuntut cerai dari suaminya

" Kumohon dik , janganlah engkau pergi meninggalkanku , sungguh aku tak sanggup bila harus hidup sendiri " pinta sang suami....

" Aku sudah membulatkan tekadku untuk pulang dan meminta cerai padamu " ucap sang istri dengan tegas sambil terus mengepak baju dan barang2 lainnya

Tak lama kemudian terdengar suara taksi memanggil di depan rumah. Sang suami sudah tak kuat menahan kepergian istrinya......

Sang istripun sudah terasa mantap dengan pendiriannya dan kemudian memasukkan barang barangnya kedalam taksi. Dengan setengah berteriak suami memberikan sebuah pita kuning dan berkata

" Permintaanmu yang pertama aku kabulkan namun tidak untuk yang kedua... Tiga tahun lagi aku akan kembali menjemputmu di rumah orang tuamu... Bila saat itu kamu telah memaafkanku , maka akan kutemui pita kuning tersebut di pohon besar yang dekat dengan rumahmu..... " sang istripun lalu pergi sesaat setelah sang suami mengakhiri pembicaraannya

--------------------- tiga tahun berlalu ------------------------

Sang suami kembali dengan janjinya untuk menemui sang istri di rumah sang mertua.. Sepanjang perjalanan tidak ada doa lain yang diucapkan selain berdoa bahwa sang istri telah memaafkannya... Hingga akhirnya sampailah ia di rumah mertuanya.... Membuncah rasa haru yang teramat sangat..... Tak terasa air mata pun meleleh di pipinya.... Tak dijumpainya pita kuning yang ia serahkan dahulu kepada sang istri..... Sesuatu yang ia jumpai adalah seluruh pohon di dekat rumah mertuanya telah berwarna kuning..... Semua pohon itu telah berhiaskan pita kuning..... Maaf sang istri telah didapatkan....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar