Seekor burung pipit berteman dengan sebuah pohon mangga. bertahun - tahun berteman dengan pohon mangga tersebut, pipit tak pernah sadar kalau pohon mangga tersebut bertambah lebat daunnya dan banyak buahnya. Maka suatu hari bertanyalah sang pipit...
" Wahai pohon mangga , apa yang sebenarnya terjadi hingga engkau cepat sekali menghasilkan buah dan daunmu pun mulai rindang?"
"Wahai burung pipit , tidakkah engkau memperhatikan apa yang terjadi dalam diriku semenjak aku pertama kali ditanam?" pohon mangga bertanya kembali pada sang pipit
" Wah kalau itu terus terang saja aku tidak memperhatikan, memangnya ada apa ya wahai pohon mangga ?"
" Baiklah... kalau begitu dengarkanlah ceritaku....." ucap pohon mangga
"Manusia yang menanamku disini memiliki tetangga yang sangat iri hati kepadanya, itu karena tetangganya tersebut tidak menanam tanaman seperti yang dilakukan manusia yang menanam aku. Dia hanya memiliki seekor kebau yang malas, yang kerjanya setiap hari hanya menghabiskan makanan dan membuang kotoran saja tanpa mau bergerak. Oleh karena rasa irinya sangat tinggi terhadap pemilikku , maka dia berusaha merusakku "
" Oh ya??? lalu apa yang dia lakukan ?" pipit bertanya penuh keheranan
"Setiap hari tetangga itu selalu melemparkan kotoran kerbaunya ke arahku dengan tujuan agar aku layu dan tidak lagi berbuah......"
" Kurang ajar dia harus diberi pelajaran !" pipit mulai menaikkan nada bicaranya
namun dengan lembutnya pohon mangga berkata....
" Jangan terpancing amarah dulu wahai burung pipit , dengarkanlah ceritaku....."
" Baik... Lanjutkanlah " ucap burung pipit...
" Orang yang menanamku tidak pernah dendam terhadap apa yang dilakukan tetangganya. Tahukah engkau wahai pipit , pemilikku justru mengetuk pintu rumah tetangganya yang iri hati itu lalu memberikan sekarung buah mangga untuknya. "
" loh, mengapa bisa begitu ? " burung pipit bertambah heran
" wahai burung pipit yang manis, engaku tentu belum tahu tentang kotoran kerbau itu. Setiap hari si pemilik kerbau itu melemparkan kotoran kerbaunya kearahku dan mengertikah dirimu bahwa itu menjadi pupuk dan makanan yang lezat buatku sehingga seperti yang engkau lihat sekarang , aku tumbuh lebat dan berbuah sangat banyak. Semua itu karena ulah tetangga yang iri hati itu " lanjut pohon mangga dengan lembut
" Jadi itu alasan orang yang menanammu memberikan sekarung buah mangga kepada tetangganya itu? " pipit kembali bertanya
" Betul sekali , dengan lemparan kotoran itu aku menjadi tegar dan kuat saat ini ,oleh karena itu pemilikku memberikan sedikit jatah buah mangga ini kepada tetangganya yang iri hati itu "
" Ketauhilah pipit , seringkali kita takut dengan hujatan dan lemparan. Padahal , dari hujatan dan lemparan itu kita bisa menjadi sesuatu yang lebih besar dan lebih kuat." Ujar pohon mangga mengakhiri ceritanya
Burung pipit manggut - manggut mencoba mengambil ibroh dari cerita sahabatnya , pohon mangga........

Tidak ada komentar:
Posting Komentar