Duhai Lelaki nan perkasa..
Aku tak pernah tahu harus darimana menggoreskan setiap titik perjalanan cinta kita..
Retakan , patahan bumi menggoncang mahligai
abadi nan setia..
Namun aku serahkan pada Takdir Yang Kuasa..
Duhai cinta yang kusimpan
dalam kalbu..
Tahukah engkau diri ini
terkadang menyimpan rindu
pada setiap jejak hujan yang tertinggal mengharu biru,
meretas...,
tumbuhkan bunga
yang dahulu sempat layu..
Cinta.......
Dengarkah dirimu akan jeritan tangis bahagianya
Berdua kita ikrarkan janji untuk bidadari kecil ini...
Dirimu berjihad penuhi nafkah kami....
Dan Aku senantiasa berdiri kuatkan dirimu...
Cinta.......Kumohon......
Jangan kau anggap diri ini terlampau kuat..
Aku hanya tidak ingin jerit tangis dan senyum bidadari kita tak terdengar lagi,
walaupun untuk itu.....
ku korbankan bahagia yang kudamba selama ini...
Cintaku......
Lelaki yang digariskan Tuhan untukku......
Kejadian pelik itu merenggut separuh jiwamu....
Tak kuasa kutahan
lelehan air mata saat itu...
Kulihat dirimu bersimbah peluh nan lesu.... sayu.....
Seolah tiada lagi harapan hidupmu....
Tegarlah Untukku wahai Imamku...
Aku berusaha menjadi pilar penopang hati dan semangatmu
meskipun ku tahu
tiada daya aku merengkuh itu.
Tegarlah untukku wahai Belahan Jiwaku.....
Bersama kan kita jelang dunia nan baru, mengaliri setiap detik jantung bidadari penerusmu..
Lalui dunia hingga
batas sang waktu..
Dalam lautan doa dan air mata ini,
aku berdoa seraya berucap harap padamu cintaku.
Untuk mu seorang,
sepenuh jiwa kudarmakan baktiku..
Menunduklah kepada Dia
yang menggenggam langit nan biru..
Mengeluhlah tentang setiap jengkal masalahmu..
Kala diri ini tak lagi kuat menopangmu,
aku akan tetap mencoba tersenyum
meskipun dalam sendu,
dan bertasbih dalam rinduku.
Lalu kubisikkan kata indah
di telingamu ..... ,
Tegarlah Untukku......

Tidak ada komentar:
Posting Komentar