Mengenai Saya

Foto saya
Seorang Pendosa yang selalu mengaharapkan cinta dan ampunanNya.....

Senin, 27 September 2010

Untaian rasa hati......

Assalamu'alaikum warahmatullah wa barakatuh.

Kepadamu kukirimkan salam terindah, salam sejahtera para penghuni surga.
Salam yang harumnya melebihi kesturi, sejuknya melebihi embun pagi.

Salam hangat sehangat sinar mentari waktu dhuha. Salam suci sesuci air telaga Kautsar yang jika direguk akan menghilangkan dahaga selama lamanya.

Salam penghormatan, kasih dan cinta yang tiada pernah pudar dan berubah dalam segala musim dan peristiwa.



Wahai orang yang lembut hatinya,



Entah dari mana aku mulai dan menyusun kata-kata untuk mengungkapkan segala sedu sedan dan perasaan yang ada di dalam dada. Saat kau baca suratku ini anggaplah aku ada dihadapanmu dan mengatakan sesuatu yg indah walau dengan terbata-bata


Wahai orang yang lembut hatinya,



Sejak aku kehilangan rasa aman dan kasih sayang serta merasa sendirian tiada memiliki siapa-siapa kecuali Allah di dalam dada, kaulah orang yang pertama datang memberikan rasa simpatimu dan kasih sayangmu.
Aku tahu kau telah menitikkan air mata untukku ketika orang-orang tidak menitikkan air mata
untukku.



Wahai orang yang lembut hatinya,



Ketika orang-orang di sekitarku nyaris hilang kepekaan mereka dan masa bodoh dengan apa yang menimpa pada diriku karena mereka diselimuti rasa bosan dan jengkel atas kejadian yang sering berulang menimpa diriku, kau tidak hilang rasa pedulimu.

Aku tidak memintamu untuk mengakui hal itu. Karena orang ikhlas tidak akan pernah mau mengingat kebajikan yang telah dilakukannya. Aku hanya ingin mengungkapkan apa yang saat ini kudera dalam relung jiwa.


Wahai orang yang lembut hatinya,



Saat itu aku mengira aku akan jadi hancur dan tidak tahu harus berbuat apa. Namun titian kasih sayangmu itu menjelma laksana mentari di ujung pagi..

Sejak itu aku tidak lagi merasa sendiri. Aku merasa ada orang yang menyayangiku.Aku tidak sendirian di muka bumi ini.



Wahai orang yang lembut hatinya,



Anggaplah saat ini aku sedang berada di hadapanmu. Kalau kau berkenan dan Tuhan mengizinkan aku ingin jadi imam dan pelindungmu dengan penuh rasa cinta. Menjadi imam dan pelindung bagi orang shalehah yang takut kepada Allah tiada jauh berbeda rasanya dengan menjadi raja di Singgasana kebesarannya.
Orang shalehah selalu memanusiakan manusia dan tidak akan menzhaliminya.


Wahai orang yang lembut hatinya,


Sebenarnya aku merasa tiada pantas sedikit pun menuliskan ini semua. Tapi rasa hormat dan cintaku padamu yang tiap detik semakin membesar di dalam dada terus memaksanya dan aku tiada mampu menahannya.
Aku sebenarnya merasa tiada pantas mencintaimu tapi apa yang bisa dibuat oleh makhluk dhaif seperti diriku.


Wahai orang yang lembut hatinya,


Dalam hatiku, keinginanku sekarang ini adalah aku ingin halal bagimu.Menjadi imam bagi dirimu. Imam yang halal bagimu, yang bisa menyeka air matamu, membelai rambutmu dan mengecup keningmu. Aku tiada berani berharap lebih dari itu. Sangat tidak pantas bagi pemuda miskin yang nista seperti diriku berharap menjadi Suamimu.
Aku merasa dengan itu aku akan menemukan hidup baru yang jauh dari kepenatan dan keangkuhan dunia.


Wahai orang yang lembut hatinya,

Apakah aku salah menulis ini semua? Segala yang saat ini menderu di dalam dada dan jiwa. Sudah lama aku selalu menanggung nestapa. Hatiku selalu kelam oleh penderitaan.

Aku merasa kau datang dengan seberkas cahaya kasih sayang.
Belum pernah aku merasakan rasa cinta pada seseorang sekuat rasa cintaku pada dirimu.

Aku tidak ingin mengganggu dirimu dengan kenistaan kata-kataku yang tertoreh dalam lembaran kertas ini. Jika ada yang bernuansa dosa semoga Allah mengampuninya.Aku sudah siap seandainya aku harus terbakar oleh panasnya api cinta yang pernah membakar Laila dan Majnun. Biarlah aku jadi Laila yang mati karena kobaran cintanya, namun aku tidak berharap kau jadi Majnun. Kau orang baik, orang baik selalu disertai Allah.

Doakan Allah mengampuni diriku. Maafkan atas kelancanganku.



Wassalamu'alaikum,

Yang mengharapkan keridhoanNya dengan mencintaimu.....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar