Anakku,
Jika sastra adalah seni bahasa, tari adalah seni gerak, nyanyi adalah seni suara, musik adalah seni nada, pahat adalah seni rupa, lukis adalah seni warna, dan lakon atau sandiwara adalah seni peran, maka tasawuf adalah seni ibadah kepada Allah swt. Dan kalau ibadah kita maksudkan sebagai menjalani hidup ini dengan cinta kepada-Nya, maka tasawuf tak lain adalah seni menjalani hidup ini dengan cinta dan mesra kepada Yang Maha Indah.
Anakku....
Kaum arifin (orang-orang arif) itulah orang yang mencinta kepada-Nya. Dan cinta kepada Allah berarti cinta kepada seluruh nilai-nilai luhur yang datang dari-Nya. Cinta pada keindahan,kebenaran, kemerdekaan,kesetiaan, kejujuran dan cinta pada sederetan panjang nilai-nilai luhur lainnya.
Anakku.....
Jika cinta kepada keindahan wajah lawan jenis sudah mampu melahirkan sastra dan puisi yang indah, apalah lagi cinta kepada Ilahi, Dzat yang maha indah. Pasti cinta itu akan mampu melahirkan karya sastra yang tinggi dan begitu memukau dan syahdu. Keadaan mabuk penuh cinta kepada Allah itu sering disebut sebagai keadaan fana, dan kadang-kadang menimpa seorang arifin, sehingga ia berada dalam keadaan di mana ia hidup di alam yang penuh keindahan, kebaikan dan kebenaran mutlak. Ia berada di alam di mana tirai-tirai rahasia jadi tersingkap dan hakikat-hakikat tampil dalam sosoknya di hadapan mata kalbu.
Anakku....
Mungkin puisi cinta Rabiah Al Adawiyah ini bisa menginspirasi.
"Antara pecinta dan Kekasihnya (Allah)tidak ada antara. Ia bicara dari rindu. Ia mendamba dari rasa." Agak sulit mungkin sajak-sajak tersebut dipahami, juga agak sulit diterjemahkan dengan bahasa yang tepat dan jitu. Hampir semua sajak para arifin agak sulit untuk dialihbahasakan tanpa memudarkan kekuatan serta kekentalan dalam bahasa aslinya. Dan terjemahan sastra, lebih-lebih puisi, memang tidak bisa sepenuhnya mewakili karya aslinya. Kesalahan para fuqoha adalah karena mereka terlalu formalistik dalam menangkap dan manafsirkan kata-kata para arifin. Apresiasi mereka hanya terhenti pada arti kata apa adanya. Tidak bisa lebih jauh dan dalam dari itu.
Belajarlah dari mereka, anakku, belajarlah dari pada ahlullah (Ahli Allah) dan belajarlah dari Ahlullah yang mempraktekkannya. Belajarlah mengenai kedalaman dan keluasan cinta kepada Allah.
Karena...
Ilmu adalah huruf Yang tak terungkap kecuali oleh perbuatan Dan perbuatan adalah huruf Yang tak terungkap kecuali oleh keikhlasan Dan keikhlasan adalah huruf Yang tak terungkap kecuali oleh kesabaran Dan kesabaran adalah huruf Yang tak terungkap kecuali oleh penyerahan diri
Namun seorang arif tentu saja tidak hanya sibuk dengan cintanya yang lara kepada Allah dan fana-nya dalam cinta itu. Ia juga tidak melupakan dunia dan realitasnya sehari-hari, yang hadir justru karena cintanya yang dalam kepada Allah dan nilai-nilai luhur yang juga berasal dari-Nya. Seperti kata Rasulllah saw dalam salah satu doa beliau : “Ya Allah, karuniailah aku dengan cinta kepada-Mu, cinta kepada orang-orang yang mencintai-Mu, cinta kepada orang-orang yang mendekatkan aku akan cinta-Mu, dan jadikanlah cintaku kepada-Mu lebih daari cintaku pada diriku sendiri dan dari kecintaanku akan air yang sejuk.”
Anakku....
Setelah susunan huruf ini terbaca olehmu aku harap dirimu kembali kepadaNya dalam indahnya cinta dan kasih nan syahdu padaNya....

Tidak ada komentar:
Posting Komentar