Mengenai Saya

Foto saya
Seorang Pendosa yang selalu mengaharapkan cinta dan ampunanNya.....

Minggu, 20 November 2011

Sepotong kue ulang tahun dan sebotol susu....

     Aku tinggal bersama seorang sahabatku bernama doni. Kami tinggal di sebuah rumah yang termasuk dalam kategori cukup memadai..Kebetulan juga di dekat tempat tinggal kami banyak sekali rumah makan yang menjual aneka makanan sehingga kami , yang notabene nya masih lajang , tidak kesulitan menemukan makanan disaat cacing di perut kami mulai berontak.

     Doni adalah sosok seorang teman yang tergolong cukup pintar serta memiliki karir yang bagus dalam pekerjaannya. Tak jarang banyak tawaran pekerjaan yang ia terima dan sudah barang tentu ia memiliki koneksi dan relasi di mana - mana. Hal itu nampak sekali terlihat ketika menjelang hari lebaran dimana banyak sekali parsel dan kiriman lainnya menumpuk di rumah kami. Alhamdulillah semua itu dapat kami nikmati bersama dikarenakan Doni juga bukan termasuk sosok orang yang pelit. Namun dengan banyaknya kiriman tersebut cukup untuk membuat aku sadar bahwa kawanku yang satu ini memang memiliki etos kerja yang tinggi ditambah lagi dengan garisan rezeki yang bagus. Sebagaimana apa yang pernah dikatakan ustadku dulu bahwa ketika seorang bayi telah ditiupkan ruh ke dalam perut sang ibu maka berlaku lah tiga ketetapan dari Allah yang tak akan pernah bisa berubah yaitu Rezeki , Maut , dan Jodoh.....

     Hari itu kalau aku tidak salah adalah hari Rabu. Seperti biasa kami berdua bangun pagi lalu melaksanakan shalat Shubuh dilanjutkan persiapan berangkat ke kantor. Dalam benakku ada satu hal yang terlupa bahwa ternyata hari itu adalah hari ulang tahun Doni. Seketika aku tersadar , Doni sudah berangkat dari kediaman kami menuju kantornya. Aku pun menunda niatku untuk mengucapkan selamat ulang tahun kepada sahabatku itu. Kupacu sepeda motorku menuju kantorku dan sesampainya di kantor kutemui kerjaan yang segunung telah menungguku.. Sambil mengerjakannya satu per satu aku sempat mengeluh dengan keadaanku yang sekarang. Terus terang memang dalam segi pendapatan aku agak sedikit berbeda dengan Doni. Dia merupakan salah satu pimpinan di wilayah kerjanya sementara aku hanyalah seorang staf biasa. Seandainya aku di posisi Doni sekarang pastilah tidak akan memekan waktu lama untuk menyelesaikan ini semua dikarenakan banyak karyawan yang siap membantu.. Penghasilan ??? jangan ditanya untuk hal itu. Doni punya penghasilan kurang lebih dua kali lipat dari penghasilanku. Itu juga yang ia gunakan untuk kredit mobil guna menunjang mobilitas kerjanya ke kantor.

     Setelah aku selesaikan semua pekerjaan itu , sekitar pukul enam sore aku kembali ke rumah sambil menantikan hadirnya adzan maghrib. Tak lupa aku beli sebuah kue ulang tahun teruntuk sahabatku Doni. Menjelang isya handphone ku berdering dan kulihat ternyata telepon dari doni. Doni menelepon untuk memberitahukan kepadaku bahwa dia akan pulang agak sedikit terlambat dikarenakan ada perayaan kecil - kecilan ulang tahunnya bersama para relasi dan karyawan kantornya.. Setengah kecewa dan mengumpat aku pun bertanya untuk siapa kue ini akhirnya nanti karena jika pulang larut malam pastilah Doni telah mengantuk dan langsung merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.

     Ba'da isya aku memutuskan untuk pergi keluar rumah mencari warung makan yang masih buka. Maklumlah semenjak makan tadi siang  , aku bahkan nyaris tidak menyentuh makanan apapun lagi terkecuali sebuah biskuit yang aku bawa dari rumah di saku sebelah kananku. Akhirnya pilihanku pun tertuju pada sebuah rumah makan Padang dimana aku dan Doni biasa makan bersama. Setelah kupesan dan mulai memakannya tiba - tiba handphoneku berdering. Kubuka sebuah pesan dari Doni yang bertuliskan "Kalo kamu mau tidur duluan, tidur saja tapi kunci ditaruh di tempat biasa ya " ..... Sempurna akhirnya dugaanku kini bahwa Doni memang akan pulang sangat larut...

     Setelah membayar makan tadi aku berniat kembali kerumah. Terlihat seseorang olehku menggendong anaknya mengenakan baju yang lusuh dan kotor. Ia seolah tahu aku memperhatikannya dan mendekatiku serta meminta sedikit sedekah. Aku Sempat tertegun dan seolah ditelanjangi dengan kata - katanya " Pak , bagilah sedikit rezeki untuk kami "..... Suara itu umpama sambaran petir di siang bolong....
Allah.... ampuni aku..... Diri ini kurang bersyukur atas apa yang telah engkau beri.. Rumah , pekerjaan , gaji , pakaian , kesehatan dan semuanya...... Tak sanggup aku jawab permintaan itu akupun memutuskan berlari kerumah. Teringat olehku akan sepotong kue ulang tahun yang aku beli tadi sore untuk Doni.. Cepat kuambil dan kubungkus dengan sebuah tisu kusertakan juga dengan sebotol susu coklat dan berlari kembali...

     Sesampainya di tempat tadi aku berikan semuanya dan mata ini seolah tak kuasa lagi membendung tangisan yang akan mengalir. Namun aku tetap mencoba tersenyum di depan mereka sembari berkata " Makanlah bu dan susu ini buat adek ya.." Sambil setengah keheranan ibu itu pun berucap terima kasih.... Aku pun langsung berlari kembali , mengunci pintu dan tanpa terasa pipi ini basah oleh lelehan air mata.. Sambil berucap " Allah.... terima kasih atas kesempatan hamba menikmati makanan yang kau beri, mereka masih harus mengais dan terkadang malah tidak menemukan apa yang mereka cari.. Allah.... terima kasih atas semua yang aku miliki kini..... Allah.......................................................... batinku berteriak menangis sejadi - jadinya hingga tertidur....

     Tak terasa jarum jam menunjukkan pukul 24.00 WIB dan kudengar ada langkah kaki... Segera saja kubuka pintu kamar dan menemukan Doni sedang melepas sepatunya. Kuucapkan selamat ulang tahun teriring doa kepadanya.. Lengkaplah sudah hari ini... Sebuah pembelajaran dari sepotong kue ulang tahun dan sebotol susu serta ditutup dengan doa yang terpanjat untuk sahabatku Doni..... 

Alhamdulillah.... 
Terima kasih atas hari ini Ya Robbi..... 
Menjadikan hamba lebih bersyukur untuk semuanya....


Fa bi ayyi ala i robbikuma tukadzdziban
( Maka Nikmat Tuhanmu yang manakah yang akan kau dustakan )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar