- Bismillah...
Dengan nama Allah , Cinta di atas segala cinta yang mencintai tanpa pernah meminta balasan cinta
entah dari mana harus aku mulai melukiskan mahluk indah seperti kalian yang dari penciptaannya , malaikat bertasbih dan memuji keindahan akhlak dan rupa.... yang karena doa nya Arasy pun mampu berguncang... yang karena sholehah nya , bidadari pun menjadi cemburu.... itulah kalian... mahluk indah yang digelari nama " WANITA "
Seketika aku tertegun mengingat ucapan dari penemu angka 0 ( nol ) mengenai golongan terbaik di antara wanita....
Ia berkata
" Kalau wanita mempunyai akhlak yang baik dan agama yang baik serta cara berpikir positif, maka ia adalah angka 1...
Kalau ia juga cantik maka imbuhkan 0, jadi 10...
Kalau ia juga punya harta, imbuhkan lagi 0, jadi 100...
Kalau ia pintar dan cerdas, imbuhkan lagi 0, jadi 1000...
Jika seorang wanita memiliki semuanya tapi tidak memiliki yang pertama, maka ia hanya sekumpulan angka nol ( 000 ) "
pernyataan yang cukup jelas yang menyiratkan bahwa akhlak yang baik , pemahaman agama serta cara berpikir positif merupakan tujuan yang pertama dan utama..
bukan maksudku wahai penerus ibunda hawa untuk mengadili kalian. Kami kaum adam pun menyadari bahwa tidak selamanya kami berbuat lurus dan pandai dalam membimbing kalian...
maka jadikanlah sedikit goresan ini sebagai pengingat bagi kedua belah pihak dari kita
tetesan air mata ku kembali meleleh kala aku melihat secercah kisah waktu itu. Kala aku harus melihat sebahagian kecil dari kalian terlena dalam sibuknya kerja di balik meja kantor. Dimanjakan dengan dinginnya ruangan dan kursi yang empuk , pernahkah kalian menyadari bahwa anak kalian menantikan senyum dan sapamu sebagai pelengkap hidup mereka ?
Bukankah senyuman itu yang kalian dambakan dulu dengan memanggul titel sebagai seorang "IBU" ?
Bukankah senyuman itu yang menjadikan kalian menggebu untuk melihatnya dewasa dan tumbuh ?
lalu mengapa kini tangisnya pun tak lagi terdengar... hanya karena pergi terlalu pagi dan pulang teramat malam?
duniakah yang dicari wahai yang surga ada di bawah telapak kakinya ?
kalian seolah melupakan kami kaum adam yang harusnya menjadi imam. Sungguh bukan maksud kami melarang kalian menciptakan kreasi dalam bekerja. Namun bukankah kasih sayang yang terbesar seharusnya tercurah di rumah wahai cinta?
jangan biarkan anak kita tumbuh di bawah asuhan sang bibi.. sehingga ia merasa bahwa cintanya hanya untuk bibi dan bukan ibunya...
tak sanggup aku bayangkan berapa banyak air mata ini akan mengalir sayang...
Ketika dirimu memalingkan diri dari kami , maka sesungguhnya kesetiaanmu telah terbagi.. Terbagi dengan kerjamu , bahkan kau sanggup membagi kesetiaan dengan Sang Maha Cinta dengan duniamu...
bukankah dengan begitu dirimu mengingkari hatimu sendiri yang telah bersumpah menjadi makmum diriku di depan Cinta ?
Aku kembali miris kala kulihat di daerah lain ketika wanita ( yang notabene nya seorang ibu ) dengan bangga mengumbar kemesraan dengan pria lain.. Tenggelam dan Mabuk dengan minuman keras , berselingkuh bahkan berzinah..
naudzubillahi min dzalik...
dan mereka menjadikan itu sebagai sebuah pencapaian dan prestise...
Allahu Akbar... Irhamna Ya Robbana...
mereka melupakan tangis anak mereka dirumah yang rindu dengan belaian kasih mereka...
mereka juga melupakan tugas mereka selaku makmum dari suaminya...
tangisanku tak jua dapat aku bendung melihat berapa banyak suami dan anak yang harus menunggu saat mereka disapa oleh sang istri yang sedang tenggelam dalam nikmatnya dunia....
maafkan tulisan yang menyinggung ini... kutulis secercah harapan ini sembari memperbaiki diri ini semoga hati ini bertaut kepadamu hanya karena allah dan mempertemukan kita kembali nanti...
percayalah sayang...
dirimu cantik karena akhlakmu.. dirimu indah karena kepatuhanmu... bukankah itu yang dicontohkan Ummu Mukminin dahulu?
aku tidak menuntut dirimu menjadi Aisyah , Khadijah Ataupun Rabiah Al Adawiyah..
karena aku tahu diri ini tidak sesempurna Para Nabi dan Rasul
hanya seorang lelaki yang mencoba memperbaiki diri dengan mencintai Allah..
namun jika boleh aku berharap kita akan menjadi keluarga Yasir...
ya....
aku Yasir dan engkau menjadi serupa sumayyah
kita berdua meninggal dalam mempatahankan akidah...
karena mempertahankan cinta kita kepada Sang Maha Cinta...
Cinta yang dengannya kita lahir yang dengannya kita akan berpulang.. yang atas nya pula , kali ini aku menuliskan pesan ini
untukmu Sumayyah ku....
Berserilah meski kau terus menerus dihantam debu...
debu kehidupan yang tak pernah usai...
untukmu Sumayyah ku.....
aku berdoa kepada Cintaku...
Cinta kita yang tidak pernah tidur
Semoga Sakinah menjadi ujung perjalanan ini...amin......
Mengenai Saya
- Refindo Pradikta
- Seorang Pendosa yang selalu mengaharapkan cinta dan ampunanNya.....
Selasa, 27 Agustus 2013
Untukmu....
Langganan:
Komentar (Atom)