Mengenai Saya

Foto saya
Seorang Pendosa yang selalu mengaharapkan cinta dan ampunanNya.....

Selasa, 27 Agustus 2013

Untukmu....

  • Bismillah...

    Dengan nama Allah , Cinta di atas segala cinta yang mencintai tanpa pernah meminta balasan cinta

    entah dari mana harus aku mulai melukiskan mahluk indah seperti kalian yang dari penciptaannya , malaikat bertasbih dan memuji keindahan akhlak dan rupa.... yang karena doa nya Arasy pun mampu berguncang... yang karena sholehah nya , bidadari pun menjadi cemburu.... itulah kalian... mahluk indah yang digelari nama " WANITA "

     Seketika aku tertegun mengingat ucapan dari penemu angka 0 ( nol ) mengenai golongan terbaik di antara wanita....
    Ia berkata
    " Kalau wanita mempunyai akhlak yang baik dan agama yang baik serta cara berpikir positif, maka ia adalah angka 1...
    Kalau ia juga cantik maka imbuhkan 0, jadi 10...
    Kalau ia juga punya harta, imbuhkan lagi 0, jadi 100...
    Kalau ia pintar dan cerdas, imbuhkan lagi 0, jadi 1000...
    Jika seorang wanita memiliki semuanya tapi tidak memiliki yang pertama, maka ia hanya sekumpulan angka nol ( 000 ) "

    pernyataan yang cukup jelas yang menyiratkan bahwa akhlak yang baik , pemahaman agama serta cara berpikir positif merupakan tujuan yang pertama dan utama..

    bukan maksudku wahai penerus ibunda hawa untuk mengadili kalian. Kami kaum adam pun menyadari bahwa tidak selamanya kami berbuat lurus dan pandai dalam membimbing kalian...
    maka jadikanlah sedikit goresan ini sebagai pengingat bagi kedua belah pihak dari kita

    tetesan air mata ku kembali meleleh kala aku melihat secercah kisah waktu itu. Kala aku harus melihat sebahagian kecil dari kalian terlena dalam sibuknya kerja di balik meja kantor. Dimanjakan dengan dinginnya ruangan dan kursi yang empuk , pernahkah kalian menyadari bahwa anak kalian menantikan senyum dan sapamu sebagai pelengkap hidup mereka ?

    Bukankah senyuman itu yang kalian dambakan dulu dengan memanggul titel sebagai seorang "IBU" ?

    Bukankah senyuman itu yang menjadikan kalian menggebu untuk melihatnya dewasa dan tumbuh ?
    lalu mengapa kini tangisnya pun tak lagi terdengar... hanya karena pergi terlalu pagi dan pulang teramat malam?

    duniakah yang dicari wahai yang surga ada di bawah telapak kakinya ?

    kalian seolah melupakan kami kaum adam yang harusnya menjadi imam. Sungguh bukan maksud kami melarang kalian menciptakan kreasi dalam bekerja. Namun bukankah kasih sayang yang terbesar seharusnya tercurah di rumah wahai cinta?

    jangan biarkan anak kita tumbuh di bawah asuhan sang bibi.. sehingga ia merasa bahwa cintanya hanya untuk bibi dan bukan ibunya...
    tak sanggup aku bayangkan berapa banyak air mata ini akan mengalir sayang...

    Ketika dirimu memalingkan diri dari kami , maka sesungguhnya kesetiaanmu telah terbagi.. Terbagi dengan kerjamu , bahkan kau sanggup membagi kesetiaan dengan Sang Maha Cinta dengan duniamu...

    bukankah dengan begitu dirimu mengingkari hatimu sendiri yang telah bersumpah menjadi makmum diriku di depan Cinta ?


    Aku kembali miris kala kulihat di daerah lain ketika wanita ( yang notabene nya seorang ibu ) dengan bangga mengumbar kemesraan dengan pria lain.. Tenggelam dan Mabuk dengan minuman keras , berselingkuh bahkan berzinah..
    naudzubillahi min dzalik...
    dan mereka menjadikan itu sebagai sebuah pencapaian dan prestise...

    Allahu Akbar... Irhamna Ya Robbana...

    mereka melupakan tangis anak mereka dirumah yang rindu dengan belaian kasih mereka...
    mereka juga melupakan tugas mereka selaku makmum dari suaminya...
    tangisanku tak jua dapat aku bendung melihat berapa banyak suami dan anak yang harus menunggu saat mereka disapa oleh sang istri yang sedang tenggelam dalam nikmatnya dunia....


    maafkan tulisan yang menyinggung ini... kutulis secercah harapan ini sembari memperbaiki diri ini semoga hati ini bertaut kepadamu hanya karena allah dan mempertemukan kita kembali nanti...
    percayalah sayang...

    dirimu cantik karena akhlakmu.. dirimu indah karena kepatuhanmu... bukankah itu yang dicontohkan Ummu Mukminin dahulu?

    aku tidak menuntut dirimu menjadi Aisyah , Khadijah Ataupun Rabiah Al Adawiyah..
    karena aku tahu diri ini tidak sesempurna Para Nabi dan Rasul
    hanya seorang lelaki yang mencoba memperbaiki diri dengan mencintai Allah..


    namun jika boleh aku berharap kita akan menjadi keluarga Yasir...
    ya....

    aku Yasir dan engkau menjadi serupa sumayyah
    kita berdua meninggal dalam mempatahankan akidah...
    karena mempertahankan cinta kita kepada Sang Maha Cinta...
    Cinta yang dengannya kita lahir yang dengannya kita akan berpulang.. yang atas nya pula , kali ini aku menuliskan pesan ini

    untukmu Sumayyah ku....
    Berserilah meski kau terus menerus dihantam debu...
    debu kehidupan yang tak pernah usai...

    untukmu Sumayyah ku.....
    aku berdoa kepada Cintaku...
    Cinta kita yang tidak pernah tidur
    Semoga Sakinah menjadi ujung perjalanan ini...
    amin......

Rabu, 18 Januari 2012

Dia mulai berkata....

Dengarlah..... Dia berkata cinta padamu
Dari waktu yang bergulir di hadapanmu
Serta kesenangan yang mampu menyunggingkan senyum dibibirmu

Tanyalah.... Pada kedalaman kalbumu
Apa itu sebuah Simphoni yang semu
Atau hatimu yang sedang kelu....
Dan hanya menginginkanNya saat hatimu sendu.....

Rasakanlah.... derunya mengetuk setiap jiwa dari ketertiduran fana nya
Bangunlah.... Cinta itu tersenyum kepadamu di depan pintu
Kau jua kan merasa kecil dalam dekapanNya
Namun... tiada kan hatimu merasa gelisah

Dengarlah ..... Dia mulai berkata kepadamu
Lewat susunan huruf yang kau baca tiap berbicara padaNya
Bukankah Ia nyata?
Tersenyumlah karena Ia juga kan tersenyum melihat hatimu mulai terbuka

Kini berkata lah padaNya....
Bahwa hatimu selalu gelisah...
Bahwa kalbumu selalu gundah....

Lihatlah.....
Ia berkata dengan cara yang lain pada setiap manusia...
Dengan tsunami Ia seolah berkata bahwa Ia lebih kuat ketimbang yang dibayangkan
Dengan angin topan Ia titipkan pesan tentang penghancuran angkara murka

Lalu.... Engkau mau Dia berkata dengan cara apa?
Dia seorang Grand Designer terhadap alam ini...
Apabila dirimu bertanya tentang Ia
Tegaklah kini kau di depan cermin
Dirimu penciptaanNya yang paling indah....

Dia mulai berkata.... namun jarang yang faham lantunan kalimatNya
Kenikmatan , Kesempitan semuanya sebuah keseimbangan dunia
Yang akan mengajarkan kepada pendosa seperti kita
Bahwa Ia masih ada...

" Di dalam sini ( hati ) terdapat kekayaan yang luar biasa , Ia tak menagih imbalan atas itu melainkan hanya ketaatan yang tulus padaNya "....

Selasa, 10 Januari 2012

Sebuah Masa yang Dinanti.....


TIBALAH JUA HARI DIMANA AKAN KUUCAPKAN SUMPAH SETIAKU SEBAGAI IMAM BAGIMU…

ENGKAU YANG KUKENAL LEWAT JIWA YANG SELALU MENDERU MENYEBUT INDAH DIRINYA…

DETIK INI BERBAI’AT MENJADI PENDAMPINGKU DALAM SUKA MAUPUN DUKA….

TAK PERLU PARAS JADI LANDASAN SETIAP RASA DARI HATI INI….

HANYA DOA….

DAN PINTA SEMOGA MAHLIGAI INI BERUJUNG SAKINAH DAN JANNAH

BILA DIRIMU BERTANYA MENGAPA AKU MEMILIHMU…..

KAN KU JAWAB BAHWA DIA MENCIPTAKAN RASA INI UNTUKMU

DAN TIDAK ADA SATUPUN YANG TERSEMBUNYI DILANGIT DAN DI BUMI MELAINKAN TERCATAT DALAM LAUHUL MAHFUZ…..



TIBALAH HARI DIMANA CINTA INI BERHIMPUN DALAM MIHRABNYA….

KAN KUSENANDUNGKAN NADA CINTA PADANYA DI BELAHAN TELINGAMU…..

KAN KUBIMBING DIRIMU MENUJU DIA

DIA YANG SELAMA INI MENJADI TEMPAT MENGADUKU

YANG TAK PERNAH TIDUR MEMPERHATIKANKU

YANG TAK PERNAH LELAH MENCUKUPIKU……

JUA TERIRING SHALAWAT KEPADA BAGINDA YANG TERCINTA……

BERSAMA KAN KITA LAKUKAN DI ATAS BENTANGAN SAJADAH…..

SAJADAH CINTA……



HINGGA NANTI……

JANJI MUTLAK ILAHI ROBBI…….

IZRAIL DATANG MENGHAMPIRI…….

AKU KAN BERDOA PADANYA…..

SEMOGA ALLAH MENYATUKAN CINTA INI KEMBALI….

DALAM KEHIDUPAN YANG HAKIKI……




Minggu, 27 November 2011

Elegi Perjalanan.....

Ini suatu ketika bukan tentang cinta
Namun sebuah risalah tentang rasa
Ia tumbuh dari hati setiap insan yang merasa pernah berdosa
Dan ingin kembali mereguk kenikmatan pelepas dahaga

Ini juga bukan tentang kau dan aku
Namun sebuah hikayah penuntun jalanmu
Jalan kita tuk seberangi lautan dunia nan semu

Tetapi haruskah kureguk nikmat balasannya lewat sebuah penolakanmu
Apakah karena risalah ini menggusarkan hatimu
Qalbumu seolah berontak berlari meninggalkanku
Seorang manusia yang juga sama sepertimu

Bukankah Allah , tuhan kita , sumber segala kebenaran
Lalu mengapa keras hatimu lakukan penolakan
Menghindarlah dariku....
Tapi jangan dari Rabb mu....

Ini bukan tentang cinta.....
Bukan pula tentang rasa dalam hati....
Tapi ini sebuah kabar gembira....
Kepada mereka yang hendak menerima....

Larilah jika kau berfikir mampu lari dari Rabb mu....
Andai dirimu merasa mampu tinggal dimana Rabb mu tidak berkuasa atas dirimu
Dari air yang kau minum.....
Udara yang kau hirup...
Serta tanah yang kau pijak....

Hingga kau lelah...
Aku menunggumu di persimpangan jalan...
Jalan yang oleh Baginda disebut jalan Kebahagiaan
Bersama kita kembali pulang...
Menuju Cinta....
Dan kasih darinya yang tak pernah lekang....

Cinta Kau dan aku ( Rumi )

Kebahagiaan adalah saat kita duduk bersama,
Dua sosok, dua wajah, yang menyatu …
Kau dan aku....

Bunga-bunga ‘kan bermekaran dan
burung-burung ‘kan menembangkan kidungnya,
ketika kita memasuki taman … 

Kau dan aku.

Bintang-bintang ‘kan muncul di langit ‘tuk menjadi saksi,
‘kan kita terangi mereka,
dengan cahaya purnama … 

Kau dan aku.

Tiada lagi pemisahan ‘Kau’ dan ‘aku’
nuansa kebahagiaan dalam penyatuan semata -
kegembiraan, kegairahan, tiada kesusahan … 

Kau dan aku.

Burung-burung surga yang bersayap cemerlang,
‘kan menukik turun ‘tuk minum air yang manis -
air mata kebahagiaan kita … 

Kau dan aku.

Betapa sebuah keajaiban, kita duduk disini,
walau di tepi dunia yang berseberangan,
kita tetap akan duduk bersama … 

Kau dan aku.

Kita adalah satu sosok di dunia ini,
dan menjadi sosok yang lain dikemudian.

bagi kita ada surga yang abadi,
keceriaan yang tanpa akhir ….
Kau dan aku.

Derai Pejuang ( Cintaku dan Cintamu )

Apa yang engkau cari wahai pejuang
Mereka tidak akan lagi pedulikan dirimu
Kau tak lebih sebuah daun pisang pembungkus nasi
Setelah habis kau dicampakkan tak berdaya

Tapi itulah Janji tuhan kita wahai pejuang
Jalan ini terlalu penuh onak duri yang menantang
Cintamu itu Cinta kita tak pernah tertidur
Ia pandangi kita dari singgasanaNya yang tinggi

Kenapa kau menangis pejuang
Akankah engkau terluka dari sifatnya itu
Semuanya menyadarkan dirimu
Bahwa hanya Cinta itu yang tak akan tinggalkanmu

Pejuaang ketauhilah....
Itu jua lah yang terjadi sejak dunia bermula
Karena menyampaikan amanahNya Nuh ditinggalkan anak dan istrinya
Bertahan karena syariah Musa harus tenggelamkan ayah angkatnya di laut merah
Semuanya atas izin Dia....... Cintaku dan Cintamu jua....

Tinggalkan dia pejuang
Aku percaya kau kan tetap tegak menerjang badai
Kan kudampingi kau dalam perjalanan panjang menemukan makna hakiki
Dari rasa bahagia di hati....
Dan rasa cinta yang terpatri....

Mari berjalan pejuang.....
Tinggalkan.....
Hilangkan....
Dan bersamaku mari kita pulang.....

Selasa, 22 November 2011

Hanya CintaMu yang sejati

Hanya cintaMu yang sejati
Dari helaian rambut yang paling ujung
Hingga deru sentak telapak kaki.....

Hanya cintaMu yang sejati
Yang tanpa pamrih selalu Engkau beri
Meski terkadang aku lebih banyak tak mensyukuri diri....

Hanya cintaMu yang sejati
Menelisik dari balik sukma yang terguncang
Di dera masalah hingga tunggang langgang
Kemudian jatuh lalu centang perenang....

Hanya cintaMu yang sejati
Beri hati ini ketenangan yang hakiki
Bukan rasa bahagia yang semu menipu diri
Hingga terlena dengan dunia yang tak akan pernah abadi....

Hanya cintaMu yang abadi
Ijinkan kureguk manisnya cinta dalam indahnya air mata taubat
Dalam senandung dzikir dan shalawat
Hingga aku perlahan bisa mendekat....

Hanya cintaMu yang kurindu
Ijinkan aku mati di cintaMu
Bersenandung damai kalimatMu
Dan Rindu...
Dalam kalbu yang selama ini terbelenggu....

Ijinkan aku mati di cintaMu....

Ijinkan......